Paradoks Ekonomi Ramadan

Bulan Ramadan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain limpahan pahala serta hikmah yang telah dijanjikan oleh Tuhan untuk mereka yang menjalankannya dengan bersungguh-sungguh, ternyata ada beragam aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya yang muncul mengikuti hadirnya bulan suci tersebut yang tidak senantiasa selaras dengan makna ibadah puasa Ramadan yang sesungguhnya. 

Puasa dan Peningkatan Konsumsi

Setiap mejelang bulan puasa, pemerintah selalu sibuk melakukan beragam langkah untuk mengantisipasi meningkatnya konsumsi barang-barang kebutuhan rumah tangga, sementara pasokannya relatif tetap sehingga harga-harga pun biasanya akan langsung terkerek naik. Tahun lalu The Nielsen Company mencatat peningkatan penjualan makanan dan minuman sebesar 24% di supermarket dan 19% di minimarket dibandingkan dengan rata-rata di bulan biasa. Data sebelumnya juga mencatat penjualan daging meningkat tiga kali lipat sepanjang bulan puasa dan lebaran.

Peningkatan konsumsi masyarakat juga terkonfirmasi dari persiapan kalangan perbankan menghadapi puasa Ramadan dan Idul Fitri. Tahun lalu misalnya, BCA menyiapkan kebutuhan dana cash menjelang puasa dan Idul Fitri sebesar Rp 10 triliun, meningkat 12,5 % dibandingkan dengan hari biasa. Sementara BRI mencatat pencairan pinjaman komersial, baik oleh nasabah baru maupun nasabah lama, menjelang bulan Ramadan sebesar Rp 1,5-2 triiliun, atau meningkat 20-22 % dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi peningkatan transaksi menjelang puasa Ramadan, tahun ini Bank Indonesia juga telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 60 triliun, atau naik 20 % dibandingkan tahun lalu. Continue reading

Ayu Ting Ting adalah fenomena menarik. Berlainan dengan banyak artis yang melejit tiba-tiba usai menelurkan album atau membintangi sebuah film atau sinetron, pemilik nama asli Ayu Rosmalina itu justru ngetop dengan sebuah lagu yang sesungguhnya bukan lagu baru. Lagu bertajuk “Alamat Palsu” sebenarnya telah dirilis sejak tahun 2007 dan ditanggapi pasar dengan dingin. Lagu tersebut meledak dan menghiasi layar kaca hampir setiap saat setelah, menurut pengakuan Ayu sendiri, beberapa waktu terakhir acap dilagukan oleh Sule dan Olga. Fenomena ini menunjukkan pentingnya peran product endorser bagi keberhasilan pemasaran sebuah produk.

Blackberry, Birokrasi, dan Daya Saing

Untuk memperluas pemasaran produk di kawasan Asia, Research in Motion (RIM) memutuskan untuk membangun fasilitas produksi BlackBerry di Penang, Malaysia. Operasional pabrik baru ini sudah berjalan mulai 1 Juli 2011, dan diharapkan dapat memasok permintaan BlackBerry di seluruh kawasan Asia.

Keputusan RIM membuka pusat produksi di negeri jiran dan bukan di Indonesia sebagai pengguna BlackBerry terbesar di Asia Tenggara tentu saja membuat kecewa banyak pihak di tanah air. Apalagi bila ditambah dengan fakta bahwa hingga kini RIM masih belum memenuhi janji untuk menempatkan server di dalam negeri. Banyak yang menduga, keputusan RIM ini dipengaruhi oleh kondisi berusaha di Indonesia yang dirasakan oleh para investor masih jauh dari nyaman.

Masalah Birokrasi dan Regulasi

Sesungguhnya, keluhan terhadap hambatan birokrasi dalam menjalankan usaha bukanlah hal baru, bahkan juga telah disuarakan oleh para pelaku usaha tingkat dunia. Dalam The Global Competitiveness Report 2010-2011 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum, terdapat hasil survei yang dilakukan terhadap para eksekutif bisnis tingkat dunia tentang masalah paling pelik yang dihadapi dalam menjalankan usaha di Indonesia. Yang menarik, dari lima belas item jawaban tertinggi, mereka menempatkan inefficient government bureaucracy (birokrasi pemerintah yang tidak efisien) sebagai masalah paling krusial yang sering dijumpai. Continue reading

PT Hero Supermarket Tbk tahun ini merayakan ulang tahunnya yang ke-40. Berawal dari usaha yang dirintis almarhum Kurnia yang ditujukan untuk menyediakan tempat bagi para ekspatriat yang saat itu sering harus pergi ke Singapura untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, kini usaha yang semula berawal dari tempat berukuran 200 m2 telah menjelma menjadi raksasa yang menggurita dan sukses melakukan transfer ke generasi keduanya, Ipung Kurnia.

Nasib Usaha dan Ketergantungan pada Persona

Penampakan Misbakhun, mantan anggota FPKS DPR RI, di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta menimbulkan kehebohan. Misbakhun yang divonis kurungan 2 tahun penjara terkait kasus pemalsuan pencairan deposito dalam penerbitan fasilitas letter of credit (L/C) Bank Century dan tengah menjalani masa asimilasi dianggap tidak seharusnya dapat berjalan-jalan bersama keluarga di sebuah pusat perbelanjaan.

Kehebohan pemunculan Misbakhun itu juga mencuatkan kembali nasib buram usaha yang dimilikinya. Pabrik agar-agar PT Agar Sehat Makmur Lestari (ASML) milik mantan pegawai Ditjen Pajak itu tutup sejak sang pemilik menjalani proses hukum. Ratusan karyawan pun terpaksa dirumahkan karena pabrik yang berada di Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan itu sudah tidak berproduksi. Bahkan sebagian besar gaji para karyawannya hingga kini juga belum dilunasi oleh perusahaan.

Apa yang terjadi pada PT Agar Sehat Makmur Lestari yang limbung setelah pemilik atau tokohnya terbelit masalah bukanlah kasus tunggal. Contoh gamblang lainnya berkaitan dengan Nazaruddin. Akhir-akhir ini media massa kerap menyebut sederet nama perusahaan yang selama ini menempatkan mantan bendahara umum Partai Demokrat itu sebagai tokoh utamanya. Continue reading

Belum lama ini ibukota Jakarta dihebohkan oleh pengiriman puluhan peti mati bertaburkan bunga, yang ternyata merupakan strategi pemasaran Buzz and Co., sebuah konsultan pemasaran. Tidak seperti yang diharapkan, strategi ini ternyata malah menuai kecaman dari banyak pihak karena dianggap tidak tepat waktu di saat masyarakat masih dihantui teror bom buku. Aksi itu juga dinilai tidak sesuai dengan kondisi sosio psikologis masyarakat Indonesia, yang menganggap pengiriman peti mati sebagai doa agar kematian segera menjemput penerimanya.

Meniru

Karen Hamilton sudah dapat memajang replika gaun pengantin Catherine Middleton di  toko gaun pengantin miliknya Stella Liliana di Studley, Warwickshie pada Jumat sore, atau hanya empat jam setelah masyarakat dapat menyaksikan gaun pengantin rancangan Sarah Burton dari rumah mode Alexander McQueen itu.

Karen Hamilton bukan satu-satunya orang yang mengerahkan segenap daya upaya untuk membuat tirun gaun pengantin gadis yang kemudian bergelar Duchess of Cambridge itu. Usaha yang sama juga dilakukan oleh banyak perusahaan di berbagai penjuru dunia lainnya. Bahkan dilaporkan bahwa sekitar 700 perusahaan di China telah membuat tiruan gaun pengantin itu yang dijual dengan harga hanya Rp 1 juta – Rp 1,2 juta.

Tiru meniru dalam dunia adibusana memang bukan hal baru, termasuk di tanah air. Beberapa waktu lampau, saat menyampaikan pelatihan manajemen untuk pengusaha kecil yang sebagian di antara pesertanya adalah para pedagang baju Pasar Tanah Abang saya memperoleh cerita tentang bagaimana praktik itu berlangsung. Continue reading

Penanda larangan memberikan tips yang terlihat pada sebuah cabang Bank BNI. Penanda semacam ini akan dapat menjadi pengingat, bukan saja bagi nasabah namun juga bagi pegawai bank yang bersangkutan, sehingga diharapkan mampu mendorong berlangsungnya praktik bisnis yang transparan dan sehat.

Mengundurkan Diri atau Meringkuk di Balik Jeruji

Belum lama ini terjadi sebuah peristiwa menarik dan langka dalam dunia bisnis di tanah air. Seluruh direksi dan komisaris PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) diberitakan kompak menyatakan mengundurkan diri serta membebaskan diri dari tanggung jawab atas seluruh operasional perusahaan.

Pengunduran diri sepuluh orang anggota direksi dan dewan komisaris PT IDKM tersebut merupakan bagian dari ekspresi penolakan mereka atas rencana akuisisi PT IDKM oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang dinilai berpotensi melanggar hukum, yakni UU No. 32/2002 dan PP No. 50/2005.

PT EMTK yang telah memiliki 86% saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan memiliki 99% saham SCTV secara tidak langsung (melalui SCMA) berencana mengakuisisi 27,24% saham PT IDKM yang dimiliki PT Prima Visualindo. Berkaitan dengan hal ini, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat pun telah menyampaikan pendapat resmi bahwa rencana akuisisi ini berpotensi melanggar hukum, khususnya pasal 18 dan 34 UU Penyiaran.

Pengunduran diri direksi dan dewan komisaris PT IDKM ini merupakan peristiwa langka dan seolah memberikan warna baru serta pelajaran menarik setelah munculnya beragam berita yang memberikan gambaran keliru tentang peran dan tanggung jawab komisaris, direksi, atau manajemen perusahaan. Continue reading

Dalam persaingan bisnis yang semakin ketat, pelayanan prima kepada pelanggan amatlah penting. Dengan alasan kesehatan dan keamanan, restoran cepat saji McDonald’s di Alfreton, Derbyshire, Inggris menolak melayani melalui fasilitas drive-thru Debbie Murden dan pacarnya, Ashley Marco yang datang dengan kereta kuda. Debbie kemudian beralih ke KFC yang letaknya tidak jauh dari situ, yang ternyata mau melayaninya dengan senang hati. “Mulai sekarang saya akan menjadi pelanggan KFC,” kata Debbie yang menamai kudanya Dago.